Tradisi nJenang di Desa Jatisrono

Jatisrono,jatisrono.sideka.id- Dusun Watugede, Desa Jatisrono, Kecamatan Jatisrono, tetap semangat jaga tradisi ngudek jenang bersama dalam rangka hajatan mantu maupun ngunduh mantu.

Selain itu tujuan yang tak kalah penting yaitu sebagai uri-uri budaya yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Bukan hanya keselamatan, tapi warga berharap terciptanya kerukunan umat beragama lebih terjalin.
Puluhan warga berkumpul mengaduk secara bergantian di atas 5 wajan berukuran 1,35 meter. Mereka membuat 200 kilogram jenang sejak selama hampir 6 jam.
Ngudek jenang ini menjadi tradisi yang selalu dilakukan warga untuk menjaga kesatuan dan persatuan serta keguyuban di desa ini.
Ia memaparkan, ngudek jenang yang dalam bahasa Indonesia berarti mengaduk jenang merupakan tradisi masyarakat Desa Jatisrono sejak dahulu kala. Tradisi ini selalu dilakukan saat ada hajatan pernikahan atau saat merayakan hari raya.
Ada filosofi dari ngudek jenang ini. Yakni seberat-berat mengaduk jenang itu, akan menjadi ringan, karena jenang itu harus dimatangkan dengan sekuat tenaga kita secara bersama. Dari situlah terciptanya guyub.
Jenang yang sudah masak ini akan dibungkus dengan menggunakan bungkus daun pisang, kemudian dibagikan kepada semua warga untuk disantap bersama.
Dalam proses pembuatan nampak warga mengaduk campuran tepung beras, tepung ketan, gula jawa, kelapa serta jahe yang dimasak dalam satu wajan. Wajan ini ditaruh diatas pawonan, sebuah kompor yang terbuat dari tanah berbahan bakar kayu.

About jatisrono 111 Articles
Operator : Youngki

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan