Sejarah Desa

Jatisrono berasal dari kata Jati dan Srono, Jati yang berarti Sejati atau Asli dan Srono yang berarti Lantaran ( bahasa jawa ) Jadi Jatisrono diartikan atau diyakini masyarakat Jatisrono bahwa orang yang pernah menjabat dalam pemerintahan dilingkungan kecamatan Jatisrono hanya sebagi saranan untuk meniti karir yang lebih tinggi.

Jatisrono konon katanya jaman dulu banyak pohon jati yang sangat besar, terbukti banyak gedung, kantor yang dibangun pada zaman pemerintahan Belanda dari kayu jati dari wilayah Desa Jatisrono yang sampai sekarang  masik banyak sampai sekarang.

Desa Jatisrono berdiri pada Zaman Pemerintahan Belanda terbukti banyak situs peninggalannya seperti  Candi, Ledeng dll. Jatisrono merupakan pusat kota pemerintahan Distrik yang membawahi lima Kecamatan.

Desa Jatisrono telah terjadi pergantian beberapa kepemimpinan Kepala Desa  :

  1. Sutarto
  2. Soemar
  3. Tuharno
  4. Mulyadi (sampai dengan saat ini)

Kepala Desa dibantu oleh beberapa Pamong Desa :

  1. S. Radi ( Carik )
  2. Sudjarno ( Carik )
  3. Karyo Sutirto ( Lurah )
  4. Diryo ( Lurah )
  5. Samiko ( Lurah )
  6. Supardi ( Lurah )
  7. Wiknyo ( Lurah )
  8. Midi ( Lurah )
  9. Kidjo ( Jogo boyo )
  10. Karino ( Jogo tirto  )
  11. Karmo ( Suronggomo )
  12. Sugiyatmo, SIp ( Sekretaris Desa )

Pada saat ini struktur organisasi pemerintahan desa telah mengalami perubahan, hal ini terkait UU Desa tahun 2014 yaitu dengan pejabat sebagai berikut :
– Kepala Desa : Mulyadi
– Pth. Sekretaris Desa : Karino
– Kepala Urusan Keuangan : Edi Pramono
– Kepala Urusan Perencanaan : Youngki Arief Firmansyah
– Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum : Daryati
– Kepala Seksi Pemerintahan : Purnomo
– Kepala Seksi Kesejahteraan : Rusdhiana Umaya Rukmi
– Kepala Seksi Pelayanan : Karino
– Kepala Dusun Jatisrono : Sukirno
– Pth. Kepala Dusun Jatinom : Purnomo
– Kepala Dusun Watugede : Tambir Warijo
– Kepala Dusun Joho : Y. Sugiyanto

Facebook Comments